Atlas Cot Keueng · portal informasi independen
Administrasi rujukan: Kuta Baro · Aceh Besar · BPS 2025
Lambang Kabupaten Aceh BesarCot KeuengKawasan / Mukim · Kuta BaroSumber & status
Beranda / Pasar & Usaha
Pasar & Usaha

Pasar, usaha, dan ruang inkubasi.

Membaca ekonomi Cot Keueng dari sumber yang dapat dilacak: alamat Pasar Cot Keueng, Inkubator Bisnis Babul Maghfirah, koperasi tenant, dan kajian usaha kayu.

Jejak ekonomi Cot Keueng tidak perlu diisi dengan klaim UMKM yang tidak dapat diverifikasi. Sumber yang tersedia justru menunjukkan dua lapis yang cukup kuat: koridor Pasar Cot Keueng dan ekosistem pendidikan-usaha Babul Maghfirah.

Gedung yang ditampilkan pada halaman Inkubator Bisnis Babul Maghfirah SIPENSI KemenUMKM

Foto sumber: SIPENSI Kementerian UMKM. Ditampilkan untuk konteks lokasi inkubator, bukan sebagai kantor Portal Cot Keueng.

Inkubator Bisnis Babul Maghfirah

SIPENSI KemenUMKM mencatat lembaga Inkubator Bisnis Babul Maghfirah dengan alamat Jalan Pasar Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Halaman yang sama menampilkan fasilitas ruang usaha, ruang rapat, ruang pelatihan, dan ruang komunikasi.

Jalan Pasar Cot KeuengAlamat kantor yang tercantum di SIPENSI.
2 tenant tercantumDaftar pada halaman SIPENSI mencakup Koperasi Babul Maghfirah dan satu usaha kuliner.
Ruang pelatihan komputer Inkubator Bisnis Babul Maghfirah

Koperasi: tampilkan yang dapat diverifikasi

Halaman SIPENSI menampilkan Koperasi Babul Maghfirah sebagai salah satu tenant. Portal tidak memperluas informasi ini menjadi klaim “Koperasi Desa Merah Putih Cot Keueng” karena status tersebut tidak ditemukan secara spesifik dalam sumber yang diperiksa.

Status KDMP khusus bernama Cot Keueng belum diverifikasi. Karena itu tidak ada angka anggota, omzet, modal, atau status operasional KDMP yang dibuat oleh portal.

Usaha kayu dalam kajian Mukim Cot Keueng

Kajian UIN Ar-Raniry menggambarkan usaha panglong kayu sebagai salah satu aktivitas ekonomi di Mukim Cot Keueng. Dokumen tersebut membahas perdagangan dan pengolahan kayu/furnitur sebagai bagian dari mata pencaharian setempat, berdampingan dengan pertanian, buruh tani, dan perdagangan.